ORANG INDONESIA, Orang yang HEBAT, tetapi Ia SENDIRI tak TAHU KEHEBATANNYA.
Kebudayaan, ilmu pengetahuan, teknologi, ijtihad makanan,
metamanajemen, kreativitas hidup, survivalisme, ketangguhan mental,
kenekatan, apa saja yang bangsa lain belum tentu memiliki kemampuan
semacam itu.
Soekarno “THE GREAT ORATOR”
Buh,
Amerika pun pernah “keder” dibuatnya. Bapak yang satu ini memang
cenderung berpaham “sosialis”. Ungkapannya yang paling dikenal kepada
Amerika ketika itu: “GO TO HELL WITH YOUR AID”. Ia mengajarkan arti
bekerja keras demi kemandirian bangsa, tidak mengharapkan bantuan dari
orang lain. Tentu saja, masih ingatkah kita juga dengan quotenya yang
paling terkenal:
“Kami menggoyangkan langit,
menggempakan darat, dan menggelorakan samudera agar tidak jadi bangsa
yang hidup hanya dari 2 ½ sen sehari. Bangsa yang kerja keras, bukan
bangsa tempe, bukan bangsa kuli. Bangsa yang rela menderita demi
pembelian cita-cita”
Dahsyat
memang. Dan, inilah yang patut kita teladani. Bersama Joseph Broz Tito
(Yugoslavia),Jawaharlal Nehru (India),dan Gamal Abdul Nasser (Mesir),
Soekarno juga berhasil merangkul banyak negara untuk tidak memihak
kepada salah satu blok di era perang dingin antara Barat (Amerika
Serikat) dan Timur (Uni Soviet).
Menurut Bachtiar Aly, Soekarno itu merupakan mata air inspirasi, baik secara nasional mau pun internasional.
Dalam dunia politik, kata Bachtiar, Soekarno dapat menjadi inspirasi tentang cara berkomunikasi dengan rakyat.
Dalam dunia politik, kata Bachtiar, Soekarno dapat menjadi inspirasi tentang cara berkomunikasi dengan rakyat.
Soekarno selalu mencari tahu apa yang menjadi keinginan dan aspirasi
rakyat, katanya, lalu mendiskusikan dengan teman-temannya seperti
Muhammad Hatta dan Sutan Syahrir.
Karena itu, rakyat selalu seperti “terhipnotis” dengan pidatonya jika
Soekarno berbicara tentang kebijakan yang akan dan perlu dilakukan.
Apalagi pidato tersebut disampaikan dengan gaya yang baik yang menyebabkan Soekarno sering disebut orator ulung.
Kehebatan Soekarno itu bukan hanya karena kemampuannya berorasi, kata
Bachtia, tapi disebabkan materi pidatonya sesuai dengan keinginan
rakyat. “Itu yang perlu ditiru para politisi saat ini,” katanya.
Dalam sejarah kemerdekaan, kata dia, Soekarno yang sering ditangkap dan
diasing Belanda menginspirasi rakyat untuk rela berkorban demi
mendapatkan kemerdekaan.
Soekarno juga sering menjadi inspirasi bagi pemimpin-pemimpin negara
lain untuk memperjuangkan kemerdekaan di negaranya masing-masing.
Bachtiar mencontohkan Kwame Nkrumah, pengagum Soekarno, yang berhasil
menjadi presiden pertama Ghana setelah memerdekakan negara itu dari
penjajahan Inggris tahun 1957.
Popularitas Soekarno di mata internasional terbukti dengan dikukuhkannya nama proklamator RI itu sebagai nama jalan di beberapa negara.
“Ada di Mesir, ada juga di Maroko. Kalau di Mesir jalannya diberi nama
Ahmad Soekarno,” kata Bachtiar Aly pernah menjadi Duta Besar RI untuk
Mesir itu.
Soeharto “THE SMILING GENERAL ”
Jend. Besar TNI Purn. Haji Muhammad Soeharto adalah Presiden
Indonesia yang kedua (1967-1998), menggantikan Soekarno. Di dunia
internasional, terutama di Dunia Barat, Soeharto sering dirujuk dengan
sebutan populer “The Smiling General” (“Sang Jenderal yang Tersenyum”) karena raut mukanya yang selalu tersenyum di muka pers dalam setiap acara resmi kenegaraan.
Sebelum menjadi presiden, Soeharto adalah
pemimpin militer pada masa pendudukan Jepang dan Belanda, dengan pangkat
terakhir Mayor Jenderal. Setelah Gerakan 30 September, Soeharto
menyatakan bahwa PKI adalah pihak yang bertanggung jawab dan memimpin
operasi untuk menumpasnya. Operasi ini menewaskan lebih dari 500.000
jiwa. Soeharto kemudian mengambil alih kekuasaan dari Soekarno, dan
resmi menjadi presiden pada tahun 1968. Ia dipilih kembali oleh MPR pada
tahun 1973, 1978, 1983, 1988, 1993, dan 1998. Pada tahun 1998, masa
jabatannya berakhir setelah mengundurkan diri pada tanggal 21 Mei tahun
tersebut, menyusul terjadinya Kerusuhan Mei 1998 dan pendudukan gedung
DPR/MPR oleh ribuan mahasiswa. Ia merupakan orang Indonesia terlama
dalam jabatannya sebagai presiden. Soeharto digantikan oleh B.J.
Habibie.
Peninggalan Soeharto masih diperdebatkan sampai saat ini. Dalam masa
kekuasaannya, yang disebut Orde Baru, Soeharto membangun negara yang
stabil dan mencapai kemajuan ekonomi dan infrastruktur. Suharto juga
membatasi kebebasan warganegara Indonesia keturunan Tionghoa, menduduki
Timor Timur, dan dianggap sebagai rezim paling korupsi sepanjang masa
dengan jumlah $AS 15 miliar sampai $AS 35 miliar. Usaha
untuk mengadili Soeharto gagal karena kesehatannya yang memburuk.
Setelah menderita sakit berkepanjangan, ia meninggal karena kegagalan
organ multifungsi di Jakarta pada tanggal 27 Januari 2008.
BJ. HABIBIE “PAUS TEKNOLOGI INDONESIA”
Masa
Muda Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie atau
dikenal sebagai BJ Habibie (73 tahun) merupakan pria Pare-Pare (Sulawesi
Selatan) kelahiran 25 Juni 1936. Habibie menjadi Presiden ke-3
Indonesia selama 1.4 tahun dan 2 bulan menjadi Wakil Presiden RI ke-7.
Prestasi keilmuan Habibie mendapat pengakuan di dunia internasional. Ia menjadi anggota kehormatan berbagai lembaga di bidang dirgantara.
Antara lain di Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt (Lembaga
Penerbangan dan Angkasa Luar) Jerman, The Royal Aeronautical Society
London (Inggris), The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences
(Swedia), The Academie Nationale de l’Air et de l’Espace (Prancis) dan
The US Academy of Engineering (Amerika Serikat). Sedangkan dalam bentuk
penghargaan, Habibie menerima Award von Karman (1992) yang di bidang
kedirgantaraan boleh dibilang gengsinya hampir setara dengan Hadiah
Nobel. Dan dua tahun kemudian menerima penghargaan yang tak kalah
bergengsi, yakni Edward Warner Award.
Pemikiran dasar Habibie untuk membangun teknologi Indonesia terwujud dalam empat tahap penting. Pertama,
pemasaran produk dengan pemasaran jaringan produk pendukung atau
“purnajual” sampai jumlah tertentu yang memungkinkan memproduksi produk
tersebut. Kedua, produksi dengan lisensi, dimulai dengan mengembangkan jaringan “pengendalian dan pengamanan mutu” atau quality control and quality assurance dengan penekanan biaya dan peningkatan kualitas produk.
Ketiga, pengembangan teknologi dengan memanfaatkan disiplin Ilmu Pengetahuan Terapan yang tepat dan berguna untuk menciptakan produk baru. Keempat,
melaksanakan riset dalam Ilmu Dasar dan Ilmu Terapan yang biasanya
dilaksanakan di universitas atau lembaga penelitian atas beban
pemerintah.
Karya nyata dari
proses yang digambarkan Habibie tepat dan dapat dibuktikan dengan
“Proyek Pembangunan Industri Dirgantara IPTN dan Prasarananya di
Puspiptek, ITB, dan IPTN. Proses tahap pertama dan kedua termanifestasi
dalam CASA 212, CN-235. Tahap kedua, untuk N-250 dan N-2130. Tahap
ketiga dilaksanakan di IPTN untuk N-250 dan N-2130. Terakhir,
dilaksanakan di IPTN, Puspiptek, BPPT, LIPI, ITB, dan sebagainya. Meski
memakan waktu seperempat abad, karya nyata dapat diberikan bangsa
Indonesia dengan terbang perdananya N-250 pada 10 Agustus 1995.
GUS DUR “PLURALISTIC ONE”
Sosok yang sangat dekat dengan humor. Mungkin masih teringat jelas di benak kita, kata sakti yang sering dia ucapkan: “GITU AJA KOQ REPOT“. Bahkan sudah jadi semacam trademark
bagi GUSDUR. hahaha…. Seolah ingin mengatakan pada kita bahwa jangan
menganggap segala persoalan sebagai sesuatu yang memberatkan. Persoalan
itu sudah jadi bagian dari hidup, maka sikapi ia dengan sikap tenang dan
pikiran yang terbuka
Kiai Haji Abdurrahman Wahid yang sering dikenal dengan nama Gus Dur
adalah salah satu tokoh nasional yang banyak mewarnai perjalanan bangsa
Indonesia.
Gus Dur dikenal sebagai tokoh kerukunan umat beragama, bahkan cukup
kontroversial karena menjadi anggota Dewan Pendiri Shimon Peres Peace
Center, Tel Aviv, Israel. Ia pernah menjadi Wakil Ketua Kelompok Tiga
Agama, yaitu Islam, Kristen, dan Yahudi, yang dibentuk di Universitas Al
Kala, Spanyol, serta Pendiri Forum 2000 (organisisasi yang mementingkan
hubungan antaragama). Ia juga pernah menjabat Ketua Dewan Internasional
Konferensi Dunia bagi Agama dan Perdamaian atau World Conference on
Religion and Peace (WCRP), Italia, tahun 1994. Dan, uniknya lagi, di
masa kepemimpinannya-lah agama Kong Hu Chu di akui di Indonesia.
Gus Dur juga banyak mendapat penghargaan,
seperti gelar doktor honoris causa dari Universitas Jawaharlal Nehru,
India, Bintang Tanda Jasa Kelas 1, Bidang Ilmu Pengetahuan dan
Kebudayaan dari Pemerintah Mesir, Pin Penghargaan Keluarga Berencana
dari Perhimpunan Keluarga Berencana I, Ramon Magsaysay, Bintang
Mahaputera Utama dari Presiden RI BJ Habibie, gelar doktor honoris causa
bidang perdamaian dari Soka University Jepang (2000), Global Tolerance
Award dari Friends of the United Nations New York (2003), World Peace
Prize Award dari World Peace Prize Awarding Council (WPPAC) Seoul Korea
Selatan (2003), Presiden World Headquarters on Non-Violence Peace
Movement (2003), penghargaan dari Simon Wiethemtal Center Amerika
Serikat (2008), penghargaan dari Mebal Valor Amerika Serikat (2008),
penghargaan dan kehormatan dari Temple University, Philadelphia, Amerika
Serikat, yang memakai namanya untuk penghargaan terhadap studi dan pengkajian kerukunan antarumat beragama,
Abdurrahman Wahid Chair of Islamic Study (2008). Wow…. bahkan setelah
meninggal pun, ia tetap memberikan manfaat bagi ORANG LAIN: Kuburan Gus Dur di Tebuireng menjadi Berkah bagi Pedagang Dadakan.
Sumber :
http://www.kompasiana.com
http://myheropresident.wordpress.com










Tidak ada komentar:
Posting Komentar